
Saya masih ingat betul momen pertama kali saya mencoba meracik nutrisi AB mix hidroponik. Karena terlalu bersemangat dan malas membaca instruksi di kemasan, saya langsung menuangkan bubuk dari kemasan A dan kemasan B secara bersamaan ke dalam satu ember kecil berisi air keran. Saya aduk dengan cepat, berharap airnya berubah warna menjadi larutan ajaib pelubur dahaga tanaman. Yang terjadi justru sebaliknya. Air di ember saya seketika berubah menjadi keruh keputihan seperti air cucian beras, dan di dasar ember mengendap gumpalan keras menyerupai semen basah.
Larutan itu rusak total, nutrisinya mengunci, dan saya harus membuangnya. Dari kesalahan konyol itulah, saya belajar bahwa mencampur makanan tanaman tanpa tanah ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Di artikel ini, saya akan membongkar semua rahasia meracik, menakar, dan menyimpan nutrisi agar tanaman Anda tumbuh subur tanpa hambatan.
Apa itu nutrisi AB mix hidroponik? Nutrisi AB mix hidroponik adalah pupuk cair khusus yang memuat 16 unsur hara makro dan mikro esensial, yang formulasinya dipisahkan ke dalam dua wadah berbeda (Golongan A dan Golongan B) untuk mencegah terjadinya reaksi kimia yang memicu penggumpalan. Pemahaman yang benar tentang cara mengencerkan pekatan ini adalah kunci absolut bagi siapa pun yang ingin sukses berkebun, karena air nutrisi hidroponik adalah satu-satunya sumber kehidupan bagi tanaman Anda.
Apa Itu Nutrisi AB Mix dan Mengapa Tidak Bisa Diganti Pupuk Biasa?
Bagi Anda yang baru beralih dari berkebun konvensional ke hidroponik, pertanyaan pertama yang sering muncul pasti: “Kenapa saya tidak mencairkan pupuk NPK warung saja ke dalam air?”
Jawabannya ada pada fungsi penyangga (buffer) lingkungan. Saat Anda menanam di tanah, tanah bertindak sebagai dapur raksasa. Tanah mengandung berbagai mikroorganisme, mineral bawaan, dan asam organik yang bertugas memecah pupuk NPK biasa menjadi bentuk ion yang bisa diserap akar. Tanah juga memaafkan kesalahan, jika Anda menabur pupuk agak banyak, tanah akan menahannya.
Dalam hidroponik, air bersifat netral dan pasif. Air tidak memiliki mikroorganisme pemecah atau mineral cadangan. Oleh karena itu, kita harus menyuapi akar tanaman dengan makanan yang “sudah dikunyah” alias sudah dalam bentuk ionik murni yang siap diserap seketika. Itulah wujud asli nutrisi hidroponik. Formula AB Mix dirancang dengan tingkat kemurnian (grade) hidroponik atau hidro-kompleks yang 100% larut dalam air tanpa meninggalkan ampas tanah liat seperti pupuk konvensional. Jika Anda memaksa melarutkan pupuk NPK biasa, kotorannya akan menyumbat pori-pori akar, menumpuk di genangan, dan akhirnya membusukkan tanaman dari bawah.

Perbedaan Larutan A dan Larutan B – Mengapa Tidak Boleh Dicampur Langsung
Sistem dua kemasan ini bukan taktik produsen untuk membuat Anda membeli lebih banyak botol. Ini adalah hukum kimia dasar. Jika kita bedah isi perutnya, nutrisi AB mix terbagi atas dua golongan yang saling bermusuhan jika bertemu dalam keadaan pekat:
- Golongan A (Botol A): Mengandung kalsium nitrat (penyedia unsur kalsium dan nitrogen) serta zat besi yang sudah dikelat (chelated iron). Kalsium sangat penting untuk memperkuat dinding sel tanaman agar tidak mudah patah.
- Golongan B (Botol B): Mengandung senyawa sulfat (seperti kalium sulfat dan magnesium sulfat) serta fosfat. Sulfat dan fosfat bertanggung jawab atas pembentukan akar, bunga, dan buah.
Nah, mari kembali ke kesalahan fatal saya di masa lalu. Apa yang terjadi jika Kalsium (dari A) dan Sulfat atau Fosfat (dari B) bertemu dalam sedikit air saat bentuknya masih sangat pekat? Mereka akan langsung bereaksi mengikat satu sama lain dan membentuk Kalsium Sulfat (gipsum/semen) atau Kalsium Fosfat (kristal batu). Proses ini disebut presipitasi atau penggumpalan. Begitu berubah menjadi gipsum padat, akar tanaman tidak punya gigi untuk mengunyahnya, sehingga tanaman akan mati kelaparan meskipun di dalam bak bergelimang pupuk. Itulah mengapa kedua bubuk ini harus dilarutkan ke dalam botol yang benar-benar terpisah.
Baca juga: Panduan Hidroponik Pemula Hingga Panen
Cara Membuat Larutan Stok (Pekatan) AB Mix Step-by-Step
Sebelum Anda bisa memberikan pupuk ini ke tanaman, Anda harus mengubah bubuk padat dari pabrik menjadi dua botol cairan kental yang disebut Larutan Stok (Pekatan). Proses ini hanya dilakukan sesekali (setiap Anda membeli paket nutrisi baru).
Berdasarkan pengalaman saya mencoba berbagai merek, saya menemukan karakter yang berbeda-beda. Dulu saya memakai merek Goodplant yang bubuknya sangat halus dan cepat sekali larut, sangat cocok untuk pemula yang tidak ingin repot mengaduk lama. Kemudian, saya beralih ke Meroke yang kristalnya sedikit lebih kasar sehingga butuh waktu pengadukan ekstra dengan air hangat, tetapi hasil panen batang pakcoy saya terasa jauh lebih kokoh dan berat. Apa pun merek yang Anda gunakan, prosedurnya sama.

Berikut langkah demi langkah membuat pekatan untuk kemasan 500 ml (kemasan kecil standar pemula):
Siapkan Air Baku yang Tepat: Kualitas air baku adalah segalanya. Jangan gunakan air mineral botolan karena sudah mengandung natrium tinggi. Jika Anda menggunakan air PAM, ini adalah kesalahan yang paling sering menjebak pemula, yaitu jangan langsung dipakai. Air PAM mengandung kaporit (klorin) yang dapat merusak kelat besi pada nutrisi. Endapkan air PAM di ember terbuka selama 24 jam agar klorinnya menguap. Pilihan terbaik? Gunakan air buangan AC atau air hujan (yang sudah didiamkan), karena nilai TDS-nya mendekati nol murni.
- Siapkan Dua Wadah Pengaduk Bersih: Siapkan dua gelas ukur plastik (jangan gunakan bahan logam karena bisa bereaksi dengan pupuk). Labeli wadah pertama dengan “A” dan wadah kedua dengan “B”.
- Melarutkan Bubuk A: Tuangkan sekitar 300 ml air baku ke dalam wadah A. Masukkan seluruh isi kemasan bubuk A (biasanya ada satu bungkus besar dan satu bungkus kecil di dalamnya; masukkan keduanya). Aduk perlahan menggunakan pipa PVC kecil atau pengaduk plastik hingga tidak ada lagi butiran kristal di dasar wadah. Setelah larut sempurna, tambahkan air baku lagi hingga total cairan tepat menyentuh batas 500 ml. Aduk rata.
- Melarutkan Bubuk B: Ulangi proses yang sama persis pada wadah B menggunakan pengaduk yang berbeda (atau bilas bersih pengaduk pertama tadi).
- Penyimpanan: Tuangkan cairan dari wadah A ke Botol A, dan cairan dari wadah B ke Botol B. Tutup rapat. Sekarang Anda memiliki 1 liter larutan stok (500 ml A + 500 ml B) yang siap digunakan.
Cara Mengencerkan Pekatan Menjadi Larutan Siap Pakai
Larutan stok di dalam botol A dan B di atas sifatnya seperti sirup kental yang sangat beracun bagi tanaman jika diberikan langsung. Anda harus mengencerkannya ke dalam air baku di bak penampungan untuk menjadikannya larutan nutrisi hidroponik yang siap konsumsi.
Rumus emas yang selalu saya gunakan (dan menjadi standar baku produsen di Indonesia) adalah Rumus 5-5-1. Artinya:
- 5 ml Pekatan A
- 5 ml Pekatan B
- Dicampur ke dalam 1 Liter Air Baku Bersih.
Contoh Kasus Perhitungan: Misalkan Anda baru saja membuat instalasi genangan pasif dari ember bekas. Jika Anda menggunakan wick system dengan kapasitas bak penampung air sebanyak 10 liter, maka cara meraciknya adalah:
- Isi bak dengan 10 liter air baku.
- Ambil suntikan tanpa jarum (khusus untuk botol A), sedot 50 ml pekatan A (karena 5 ml x 10 liter). Masukkan ke dalam bak air, lalu aduk hingga rata.
- Ambil suntikan lain (khusus untuk botol B), sedot 50 ml pekatan B. Masukkan ke bak air yang sama, aduk lagi hingga rata.
- Larutan Anda kini siap diserap oleh tanaman!
Ingat prinsip ini: Pekatan A dan B tidak akan pernah bertengkar dan menggumpal asalkan mereka dipertemukan di arena yang sangat luas (yaitu di dalam hamparan puluhan liter air baku).

Baca juga: Belajar Hidroponik Modal 100 Ribu.
Tabel Nutrisi Hidroponik – EC dan pH yang Tepat per Jenis Tanaman
Setiap sayuran memiliki selera makan yang berbeda. Selada yang daunnya tipis tidak akan sanggup menghabiskan porsi makan melon yang berbuah raksasa. Mengetahui batasan ini sangat penting agar Anda tidak membuang-buang pupuk, atau sebaliknya, tidak membuat tanaman kelaparan.
Alat untuk mengukur kepekatan ini adalah TDS/EC Meter. Saya sangat menyarankan Anda menggunakan satuan EC (Electrical Conductivity / mS/cm) karena angkanya jauh lebih presisi dibandingkan ppm yang sering kali memiliki faktor konversi berbeda antar merek alat ukur.
Berikut adalah tabel nutrisi hidroponik esensial yang wajib Anda jadikan patokan, berdasarkan standar industri pertanian dan praktik langsung di iklim tropis kita:
| Jenis Tanaman | EC Ideal (mS/cm) | pH Ideal | Fase Vegetatif | Fase Generatif | Catatan DOCX |
| Selada | 0.8 – 1.2 | 5.8 – 6.5 | 0.8 – 1.0 mS/cm | 1.0 – 1.2 mS/cm | Sangat sensitif panas. Turunkan EC jika ujung daun gosong (tip burn). |
| Kangkung | 1.5 – 2.0 | 5.5 – 6.5 | 1.0 – 1.5 mS/cm | 1.5 – 2.0 mS/cm | Tahan banting, rakus air. Sering periksa volume bak penampungan. |
| Pakcoy | 1.5 – 2.0 | 6.0 – 7.0 | 1.2 – 1.5 mS/cm | 1.8 – 2.0 mS/cm | Rentan kerdil jika kekurangan sinar matahari meskipun EC-nya tinggi. |
| Bayam | 1.2 – 1.8 | 6.0 – 7.0 | 1.0 – 1.2 mS/cm | 1.5 – 1.8 mS/cm | Akar sangat halus. Jaga suhu air agar tidak terlalu panas siang hari. |
| Tomat | 2.0 – 5.0 | 5.5 – 6.5 | 2.0 – 2.5 mS/cm | 3.5 – 5.0 mS/cm | Butuh nutrisi khusus buah (tinggi kalium) agar tidak rontok. |
| Cabai | 1.8 – 3.0 | 6.0 – 6.5 | 1.5 – 2.0 mS/cm | 2.5 – 3.0 mS/cm | Kurangi asupan nitrogen saat masuk masa pembungaan awal. |
| Melon | 1.5 – 3.5 | 5.8 – 6.2 | 1.5 – 2.0 mS/cm | 2.5 – 3.5 mS/cm | Lakukan pembatasan air dan naikkan EC maksimal sebelum panen manis. |
Jika Anda sedang menanam selada, Anda hanya perlu mencampur pekatan sesuai dosis perlahan sambil melihat alat ukur, hentikan penambahan saat alat menunjukkan angka 1.0 mS/cm.

Baca juga: Panen Selada Hidroponik Dalam 30 Hari
Cara Menyimpan Pekatan AB Mix agar Tahan Berbulan-bulan
Pertanyaan klasik berikutnya: “Berapa lama pekatan ini bisa bertahan?” Jawabannya: secara teoritis bisa bertahan bertahun-tahun, asalkan Anda tidak melakukan kesalahan mendasar dalam penyimpanannya.
Kesalahan utama yang sering dilakukan pemula adalah menyimpan pekatan di dalam botol air mineral bening dan meletakkannya begitu saja di teras yang terkena matahari sore. Ingat kandungan besi kelat (chelated iron) yang ada di dalam botol A? Zat besi tersebut sangat fotosensitif. Paparan sinar ultraviolet dari matahari akan merusak ikatan kelatnya. Begitu rusak, zat besi akan mengendap menjadi serpihan karat berwarna oranye di dasar botol dan tidak akan pernah bisa diserap lagi oleh tanaman, membuat daun muda tanaman Anda tumbuh pucat pasi (klorosis).
Cara menyimpan yang benar:
- Gunakan Botol Gelap: Simpan pekatan di dalam botol jerigen opaque (tidak tembus pandang) atau botol plastik gelap (warna hitam pekat atau hijau tua botol soda).
- Suhu Ruangan: Simpan botol di dalam lemari atau kolong meja yang sejuk, bersuhu ruangan (sekitar 25°C-28°C).
- Jangan Masuk Kulkas: Ini mitos yang menyesatkan. Menyimpan pekatan di lemari es justru akan membuat suhu cairan anjlok drastis, memicu pupuk yang sudah larut untuk mengkristal kembali (salting out) menjadi batu es kimia.
Tanda-tanda Tanaman Kekurangan atau Kelebihan Nutrisi
Hidroponik adalah komunikasi visual yang konstan antara Anda dan tanaman. Meskipun tanaman tidak bisa bicara, daunnya sangat cerewet memberi tahu jika ada masalah pada rasio makanan mereka.
1. Saat EC Terlalu Rendah (Defisiensi)
Jika dosis nutrisi Anda terlalu encer atau tanaman sudah menyedot habis pupuk di bak, gejalanya sangat kentara:
- Warna Pucat: Seluruh helaian daun, terutama daun yang lebih tua di bagian bawah, akan berubah menjadi hijau kekuningan yang pudar (klorosis nitrogen).
- Stagnasi: Pertumbuhan melambat drastis. Bentuk tanaman mengecil, kerdil, dan batangnya sangat kurus lemas.
- Solusi Instan: Langsung tambahkan pekatan A dan B dalam jumlah seimbang ke dalam tandon air sampai angka EC merangkak naik menyentuh batas bawah ideal di tabel.
2. Saat EC Terlalu Tinggi (Toksisitas)
Ini adalah masalah “kasih sayang berlebih” dari pemula yang berpikir bahwa lebih banyak pupuk berarti panen lebih cepat. Salah besar.
- Ujung Daun Terbakar (Tip Burn): Pinggiran dan ujung daun, terutama daun yang masih muda, terlihat gosong, kering kecokelatan, atau mengeriting ke atas seperti terbakar api.
- Warna Terlalu Gelap: Daun menjadi berwarna hijau kebiruan yang sangat pekat, tebal secara tidak wajar, memicu tanaman tumbuh kaku.
- Solusi Instan: Tanaman mengalami dehidrasi osmotik karena air terlalu pekat. Segera buang 30% air di dalam bak, lalu isi ulang dengan genangan air baku murni sampai EC turun ke tingkat aman.
Perhatikan juga kesesuaian tempat pijakan tanaman. Anda harus menggunakan media tanam hidroponik yang netral (seperti rockwool atau cocopeat murni) yang tidak mengubah struktur pH nutrisi saat akar menyerap cairan tersebut.

Baca juga: Rockwool, Hidroton, Cocopeat, Sekam Bakar, Pilih Mana?
Catatan dari Pengalaman Saya
Sebagai praktisi yang menanam di atas dak beton beratap kanopi transparan, ada satu fenomena alam yang memaksa saya harus beradaptasi cepat dalam menangani AB Mix.
Solusi konkret saat EC terlalu tinggi dari pengalaman langsung saya adalah rajin memantau tandon saat musim kemarau panjang. Dulu, saya heran mengapa setiap siang bolong daun sayuran saya layu dan ujungnya terbakar padahal EC di pagi hari saya patok pas di angka 1.2 mS/cm. Ternyata, cuaca panas ekstrem menguapkan air murni (evaporasi) di dalam bak penampungan dengan sangat cepat, meninggalkan konsentrasi garam pupuk di dalam bak. Akibatnya, saat sore hari, EC air saya meroket liar menjadi 2.0 mS/cm dan meracuni tanaman.
Sejak saat itu, setiap musim kemarau atau jika suhu sedang terik-teriknya, saya selalu menurunkan standar EC harian saya. Jika idealnya selada 1.2 mS/cm, saya sengaja mengencerkannya di angka 0.8 mS/cm di pagi hari. Dengan cara ini, ketika air menguap di siang hari, kepekatannya hanya akan naik mencapai 1.2 mS/cm—batas aman yang justru melegakan tanaman. Sebaliknya, saat curah hujan tinggi dan cuaca lembap, saya menaikkan EC ke ambang batas atas untuk mengimbangi minimnya transpirasi dan cahaya. Menguasai “gas dan rem” EC berdasarkan cuaca adalah insting level lanjutan yang akan Anda kuasai seiring waktu.

Baca juga: Panduan Hingga Panen Menanam Melon Hidroponik.
FAQ Nutrisi AB Mix Hidroponik
1. Apakah nutrisi hidroponik berbahaya jika terminum atau terkena kulit?
Nutrisi AB mix yang sudah diencerkan di tandon sangat aman jika terkena kulit atau tangan. Namun, cairan pekat di dalam botol stok A dan B bersifat iritatif dan tidak boleh terminum. Jauhkan selalu dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena warnanya yang mencolok sering dikira sirup manis.
2. Bolehkah saya mengganti air baku dengan air mineral kemasan atau air isi ulang?
Sangat tidak disarankan. Air mineral botolan justru mengandung tambahan natrium dan kalsium yang akan mengacaukan rasio keseimbangan formula pabrik AB mix Anda, memicu pergeseran pH yang liar. Air sumur bening, air buangan AC, atau air ledeng yang sudah diendapkan adalah pilihan terbaik.
3. Kenapa pH di bak penampungan hidroponik saya selalu naik terus menerus setiap pagi?
Naiknya pH (menjadi basa) adalah proses alami yang terjadi saat akar tanaman secara aktif menyerap nutrisi (terutama senyawa nitrat). Ini justru pertanda sistem Anda berfungsi baik. Anda hanya perlu menurunkannya kembali ke rentang 5.8 – 6.5 menggunakan sedikit tetesan cairan pengatur pH Down.
4. Saya kehabisan larutan A, bolehkah saya mencampur larutan B dengan merek lain?
Jangan pernah menyilangkan formula beda merek. Setiap produsen (misalnya Goodplant dan Meroke) memiliki persentase racikan rahasia masing-masing. Memasangkan botol A merek X dengan botol B merek Y akan menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara yang parah dan berujung pada defisiensi nutrisi tanaman Anda.
4. Apakah air nutrisi di tandon harus dikuras dan diganti baru setiap minggu?
Untuk sistem rumahan yang kecil (seperti ember pasif), Anda tidak perlu menguras dan membuang airnya setiap minggu; cukup tambahkan (top-up) air nutrisi baru sesuai dosis jika volumenya menyusut. Pengurasan total biasanya hanya dilakukan sebulan sekali atau setelah siklus panen selesai untuk membuang sisa garam (salt buildup) yang mengendap di dasar wadah.

Yang Perlu Diingat
- Pemisahan Adalah Mutlak: Jangan pernah menyatukan bubuk kemasan A dan B, maupun cairan pekatan A dan B dalam bentuk padat tanpa melarutkannya ke dalam literan air baku terlebih dahulu agar pupuk tidak berubah menjadi batu/semen.
- Musuh Bernama Klorin dan Cahaya: Gunakan air yang bebas kaporit (endapkan air PAM 24 jam) saat membuat stok pekatan, dan wajib menyimpannya di botol gelap pekat agar kelat zat besi tidak hancur oleh sinar UV.
- Hafalkan Rumus Dasar 5-5-1: Untuk meracik air siraman sehari-hari secara manual (tanpa alat), patokan teramannya adalah mencampur 5 ml pekatan A dan 5 ml pekatan B untuk setiap 1 liter air bersih.
- Kenali Karakteristik Jenis Tanaman: Setiap tanaman memiliki toleransi “pedasnya” pupuk yang berbeda. Selalu rujuk tabel EC ideal (misal: selada butuh EC rendah, melon butuh EC tinggi) agar tanaman terhindar dari luka bakar pupuk (tip burn).
- Cuaca Menentukan Dosis Air: Saat cuaca ekstrem panas, turunkan takaran EC air Anda di pagi hari untuk mengantisipasi lonjakan kepekatan nutrisi mendadak saat volume air menguap di siang hari bolong.